|
Saturday, May 30, 2009
The
cure of today: Science and Religion – Hans Zimmer

Beberapa
waktu yang lalu secara dadakan saya melasak menuju Djakarta XXI
untuk bertemu beberapa teman dan membiarkan mata sedikit berajojing
mantengin Mr. Bale di film Terminator Salvation.
Tapi saya bukan mau membahas soal si Bale efek 3D CGA, dan segala
macam tetek bengek Terminator di sini, jadi simpan saja seluruh
pikiran kotor anda itu. Ihiy Sebelum menjajal kursi bohay XXI, saya
dan pasukan terlebih dahulu menjajah Burger King. Setelah bergunjing
beberapa saat, salah satu teman, sebut saja V, mengkonfrontasi teman
saya yang lain, sebut saja S, mengenai cara berbicaranya yang
menginterspersi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara tidak
natural. Interspersi tidak natural yang dimaksud di sini adalah
pencampuran dua bahasa di atas dengan aksen, penempatan, dan grammar
(meski yang
satu ini sebenarnya tidak begitu diperlukan dalam daily conversation,
bukan berarti lo bisa pakai seenak jidat juga kan *smirks*)
yang tidak tepat sehingga saya pun cuma bisa bilang ...AI DONT RIHLI
RIHLI ANDERSTEND WHUAT YU AR TOLKING EBAUT. Ah, dan tolong baca
kalimat tersebut dalam aksen India.
So,
have you ever encountered people of this type? 
Untuk
fasih dan lihai dalam sesuatu memang dibutuhkan efforts dan pasti
melalui berbagai macam kesalahan atau disebut juga dengan proses.
Pada tahap ini, mencampuradukkan bahasa merupakan hal yang dapat
dimaklumi dalam konteks tertentu. Kalau berbicara kenapa,
seringkali alis saya jungkat-jungkit melihat orang-orang yang
menggunakan Bahasa Inggris dengan struktur benang kusut cuma karena
mau dibilang keren (atau
mungkin obsesi go internasional-internasionalan kayak Agnes Monicah?
HUAHAUHA). Tidak susah menemukan kalimat semacam “I
am liking to photograph” atau “He
bitch. Dasar cewe jalang. I hate her, dun want see he again”
(ini apa
pula, main ganti-ganti kelamin.XD Demi Surga) di
mikroblog, profile page FS, FB, dan seterusnya. Bloody Chihuahua,
I've had enough of this Cukup mengherankan bila mengingat rata-rata
oknum tersebut setidaknya sedang atau sudah mengenyam bangku SMA yang
notabene berarti setidaknya sudah menelan pelajaran Bahasa Inggris
lebih dari 5 tahun. Kalau sudah begini, dengan berat hati saya harus
sedikit menghujat. Ah, dengan TOEFL akhir SMA cuma 530an saja saya
sudah pongah minta ampun begini. Bitch.
Play
it safe. Belajar lah bahwa: usaha pas-pasan
plus salah lokasi plus show
off plus bukan Cinta Laura
*kayang* equals disaster.
Kalau mau dianggap keren, (sangat diusahakan) gunakan dengan benar.
You really have no idea, mungkin beberapa orang tak sengaja menangkap
gaya ngeINDONGGRIS-INDONGGRIS™ anda itu diam hampir mati menahan
ketawa atau sibuk menghujat ketidaktepatan aksen & struktur dalam
hati. Yah kalo misalkan anda menggelar jambore khusus untuk para
INDONGGRIS-INDONGGRIS™an sih aman-aman saja mau keren-kerenan pake
Inggris yang noun kebolak-balik sama adjective dan past tense
dicampurin present tense dengan tak senonoh dicampur aksen bugis plus
aborigin. Sebagai pecinta Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, to be
honest, i feel insulted. Saya sendiri adalah pengguna Indoenglish
dalam tempat atau situasi tertentu. Seperti blog, Twitter, atau di
suasana dimana saya mau meng-offense orang lain *HUAHAUHA *. Dengan pertimbangan yang tepat kapan harus mengunakan bahasa asing dan bahasa nasional, i feel so sexy ;)
Posted at 11:50 pm by FujiwaraYuuki
 |  |  | Vie October 10, 2009 05:45 PM PDT
I know one language brokener on facebook. He speak like a expert, his english like words wikipedia. Hard hard very to understand. I erase he from my friend list. Because I think I had had enough of brokener english. Another reason why I erase he is because he contaminate me. You must be hard hard very from reading this comment. See how he broken english?
Oh, he message me asking things use broke english. So I answer use english broken too. Long long I follow crazy. Especially ever since he say "Sleep.. Sleep.. I am sleepy heavy..." |  |
  |  |  | sagitaa June 18, 2009 03:21 PM PDT
ya ampyuuun... baru nengokin ini blog lagi jadi baru liat 3 blogs terbaru.
dan si S ini, ada 2 S loh.. but since i realize my english (terutama untuk berbicara) is not that good, jadi mungkin saja ini mengenai saya :"> nyehe.. :D
kalaupun bukan juga i'll take the blame for the reason i just wrote above hehehe...
thanks for writing something about me (or people like me), dan thanks loh buat kritiknya :) :D |  |
  |  |  | titiw June 12, 2009 12:19 PM PDT
Bencoong!! Belaguuk bener nempel2in skor tofeeel di situh. HUH! |  |
  |  |  | unee June 6, 2009 12:33 PM PDT
HAHAHAHAHAHA !!
Banyak lagi orang yang kae' begitu,V.
Kadang kalo lagi siaran trus ada yang nelfon ke studio dan belagak jadi cinchalorah,saya suka bilang,
" Mbak/Mas,sodaranya cinchalorah ya ? " --- " haha *merasa imut*,enggak,mba..kenapa ? " --- " iya,bahasanya nyampur2 gak jelas dan ga mecing gitu " --- " .......... "
Biasanya besok - besok gak nelfon lagi di jam saya.
bahahahahahaha. |  |
  |  |  | escobar June 1, 2009 02:39 PM PDT
wuuu... kurang huruf "r" |  |
  |  |  | escoba June 1, 2009 02:38 PM PDT
kok nama saia di comment diatas gak keluar yak... kayaknya salah ketik nie...
jeng helda, nyang diatas ntu comment dari daku loh... |  |
  |  |  | Name June 1, 2009 02:35 PM PDT
syukurlan jeng helda sudah kembali, tadinya was2 takut jeng helda kena diare, muntaber, gizi buruk n flu babi!!!!!! tapi ternyata tidak.. bersyukur jeng helda baik2 saja
tapi kok keliatannya agak kurusan gitu... apa emang diet????
ini kalimat ternajis dalam blog jeng helda " Dengan pertimbangan yang tepat kapan harus mengunakan bahasa asing dan bahasa nasional, i feel so sexy ;) *
|  |
|
|