|
The
cure of today: Rikku's Theme - Final Fantasy X
Belum
lama ini gw mencoba menumbalkan diri untuk lebih jauh mengetahui efek
suara binaural dalam 2 bentuk yang berbeda, yaitu musik
dan simulasi gelombang otak. Sebelum
menelanjangi perjalanan eksperimen Helda Vanessa yang heroik, ucapan
terimakasih saya hantarkan kepada pihak-pihak yang sangat membantu,
terutama Yang Terhormat Toshiba Satellite M100 dan
Mungkin hampir 100% seluruh manusia menyukai musik, entah itu musik klasik, hip-hop, jazz, punk, blues, pop-rock, tradisional, dan sebagainya. Musik memang diakui memiliki afeksi kepada kondisi mental seseorang yang kemudian dipelajari dalam psikologi musik sebagai percabangan baik dari ilmu psikologi maupun musikologi. Musik memiliki syntax meliputi melodi, harmoni, rhythm, meter, bentuk, dan tonalitas yang dapat mempengaruhi mood dan perilaku secara tidak langsung. Gw melakukan percobaan mudah yaitu secara bergantian mendengarkan genre musik yang berbeda dalam waktu yang cukup lama. Sangat jelas terdapat perubahan emosi yang drastis dari ketika mendengarkan Eternity Memory of Lightwaves [Final Fantasy X] dengan Dead! [My Chemical Romance]. Percobaan lain yang lebih intens dilakukan oleh David Merill. Beliau memisahkan 2 kelompok tikus yang masing-masing diperdengarkan 2 jenis musik yang berbeda secara terus-menerus, yaitu klasik dan heavy-metal. Eksperimen ini menunjukkan bahwa kelompok tikus musik klasik menunjukkan peningkatan dalam perihal maze solving sedangkan kelompok tikus heavy metal malah berakhir dengan aksi saling membunuh 1 sama lain. See? Pemaparan ini ditulis bukan dengan maksud mengintimidasi para pecinta heavy-metal, gw lebih berniat untuk menghighlight bahwa manusia membutuhkan emosi yang berbeda-beda dalam hidupnya sehingga jenis musik lain juga sangat dibutuhkan untuk melengkapi kondisi psikologis seseorang.
Suara binaural juga dikeluarkan dalam bentuk gelombang suara dalam frekuensi tertentu yang dapat mempengaruhi otak. Dalam hal ini gw menggunakan bantuan i-Doser v4, yaitu sebuah aplikasi yang dapat mensimulasikan brainwave. Untuk percobaan yang aman, Quick Happy adalah dosis yang gw coba pertama kali secara fokus. Dosis ini merubah gelombang otak dari alpha 10hz menjadi .20hz yang memberikan efek antidepresi dalam 5 menit. Gw sendiri merasakan perubahan mood yang lumayan signifikan, setidaknya membuat tampang gw yang tadinya lempeng kaya tol Jagorawi jadi lebih cheer-up kaya maling daleman dapet beha-nya Aoi Sora. Dosis lain yang menarik untuk dicoba adalah alcohol. Kalau mau lebih ekstrim, disediakan pula dosis Marijuana, Genesis dan Hand of God yang dapat membuat seseorang melihat berbagai halusinasi. Efek-efek narkotik tersebut benar-benar dihasilkan hanya dari simulasi suara binaural gelombang otak. Bukankah menarik? Hanya dengan mendengarkan suara kresek-kresek dapat membuat anda lari-lari dan ketawa dengan bar-barnya.
Aksi 'penumbalan diri' ini membuat gw menyadari sepenuhnya bagaimana serangkaian suara dapat begitu mempengaruhi emosi dan tindakan manusia. Gw mengagumi bagaimana prosesnya bekerja dan mensyukurinya sebagai salah satu bagian dari penciptaan-Nya. Dan sekali lagi, membuat gw ingin kembali memainkan piano untuk menyenangkan hati segala orang yang ingin mendengarkannya :) |
| iMe-Q April 11, 2009 01:53 PM PDT i-Doser 4...gue dengerin yg orgasmic apa gituh..... bangun tidur mimpi basah dengan suksesnyah....akwkakwakwkakwka | ||
| Helda April 3, 2009 07:56 PM PDT Melivero, saya juga mainnya lebih seperti LangLang sedang hangover dengan jari habis kelindes truk bercat "RESTU IBU' itu. Makanya HANYA YANG INGIN MENDENGARKANNYA saja ;) | ||
| melivero March 29, 2009 10:10 PM PDT ck ck ck...bisa main piano...kren. | ||
| Helda March 28, 2009 12:14 AM PDT enak ya... saya dari dulu tinggal di komplek perumahan kota. Jadi nggak ada suara aliran sungai gitu. Musisi terhebat di dunia memang alam sih :) hihihi. Saya kalo jazz dengerinnya yg dari luar sih. hehe | ||
| escobar March 24, 2009 11:41 AM PDT ho'oh pdhl musik klasik tuh asik bgt di dengerin, bikin suasana hati jadi sejuk apalagi kalo dengerinnya malem2... kalo dulu malem2 sering dengerin musik klasik dari alam, pegi kepinggir sungai trus dengerin suara alam sekitar, suara air + suara jangkrik + suara angin semilir, asik dh aq jg suka jazz, kalo di indonesia saya suka indra lesmana, tapi monita idol juga mayan kerenlho suaranya.... | ||
| Helda March 23, 2009 10:27 PM PDT iDoser juga ada lho dosis Brain+ dan Inspire :D saya belum coba sih. tapi akan segera mencoba ;D situ suka musik klasik juga toh? hihihi. saya tergila-gila dengan musik klasik dari kecil. Ntah kenapa rata2 orang bilang membosankan, padahal menarik ^^ situ suka jenis musik apa lagi? jazz juga suka kah? ;p | ||
| escobar March 23, 2009 10:09 AM PDT memang bener jeng helda, saia jg ngerasa kalo dengerin lagu2 klasik pikiran jd lbh rileks n stress berkurang saia dulu sering dengerin cd yg ngatur gelombang otak ke frekuensi ( saia lupa) pokoknya bikin saia jadi lbh kreatif dalam berpikir dh ktyaknya minat jenis musik qta sama dh...!!!!! mungkinkah seorang helda vanessa punya hobi musik yg sama dgn saia??? kalo iya... ruarrr biasa, saia bangga mengenal jeng helda hehehehe | ||
| Leave a Comment: |