Entry: My life still goes on: part I Saturday, March 21, 2009



The cure of today: Clarity – John Mayer


Stop! Why don't you go get a life??

LIFE PART I: THE ACADEME

It's been a while, a while since i wrote down all the excitement of life, achievements, and bliss. So, let's quieten down, and get rid of serious things i noted! Fuck them all. Raise up your glass, cheers!


Kalau anda bertanya-tanya apa yang sebenarnya saya kerjakan selain mengevaluasi dan mengkritik orang lain melalui blog kutu kupret ini, I'm still undertaking my undergraduate course Siklus kehidupan masih tidak patut dicontoh seperti biasanya, menunda pekerjaan sampai sesaat sebelum deadline, menindas kawan yang lemah, menggesek-gesek kartu debit untuk berhedonisasi, menggelar jambore sekte maksiat di kamar yang berhiaskan replika gurita hitam kayang dan beribadah menggunakan kitab hitam Tipografi. Mengenai kuliah, CB, Teori Warna dan Nirmana Datar hilang di peradaban semester ini. Euforia! Sebagai gantinya, saya menukarkan nyawa kepada mata kuliah Tiporgrafi, Fotografi, dan DKV I. Dosen? Kini saya harus kehilangan herr Merdi dan mengemis nilai kepada herr Tytton yang berdarah dingin di mata kuliah Menggambar II. Saya menduga beliau merasakan orgasme hebat setiap kali memberikan tugas menggambar kepada anak didiknya sehingga bisa dibayangkan betapa senangnya beliau menghibahkan kami misi suci untuk dipenuhi Yang sedikit menarik adalah semester ini saya MASIH HARUS berhadapan dengan nyonya Indra Tj, dosen Bahasa Inggris yang memasukkan saya ke daftar hitam di semester 1. Menarik? Ya, karena dosen ini adalah dosen yang paling sering mendapat EYD [Ejekan Yang Disempurnakan] di class PFU. Oh tapi tentu, saya tidak akan menertawakannya karena dia memakai kemben mbok jamu jawa motif kembang ke kampus lengkap dengan atribut rambut cepolannya. Saya juga tidak akan menertawakannya karena kemben jawa itu pernah beliau padupadankan dengan sneakers plus tas ransel yang aduhai kontrasnya. Apalagi mengenai beliau membuat 1 file ppt tersendiri khusus memamerkan dimana dia mengenyam S1, S2 dan S3-nya kepada mahasiswa di awal perkuliahan, oh tentu saya tidak akan menertawakannya. Sungguh. Dan jangan melihat saya dengan tatapan seperti itu *batuk darah*


The academe's getting pretty lame down to the bad rescheduling. Setiap hari pulang paling cepet jam 5 sore. Sisa waktu yang ada hanya digunakan untuk berkerak di kasur, menggelinjang mengerjakan tugas, dan menghibur diri bermain kelamin game. Kapasitas saya hampir mencapai titik kulminasi Bahkan kadar aspirasional yang pernah saya ledakkan di awal semester ini, perlahan luruh jadi abu (lagi). Kini setiap saya menjumpai kampus, saya harus bergelut dengan perasaan emosional yang menggoda saya untuk melempar bensin dan korek api ke ruang akademis sambil tertawa keji *alah*. Tapi mengingat dana yang sudah diinvestasikan oleh orangtua, saya hanya bisa melangkah ke dalam kelas lengkap dengan latar belakang musik “...itulah tandanya anak berpretasi!” shit.

   5 comments

Helda
March 28, 2009   12:50 AM PDT
 
nah kalo si Tj ini, capability... uhhh... siul2 aja ah gw.xD
manda
March 26, 2009   08:45 AM PDT
 
naatting is perrfekt la bradeerr...
*geleng2*

hahahahahaha
dosen gue ga sampe se-freak itu sih
tp mengenai capability... ga usah dibahas.
hahahaha
Helda
March 23, 2009   10:16 PM PDT
 
Priska. Demi apa pun yang ada di bumi, dosen bhs inggris gw kaya gitu.xD Gimana gw nggak kelojotan. huahauhau. Anak-anak kelas gw selalu berimajinasi liar membayangkan beliau bekerja utama sebagai tukang jamu lalu dosen sebagai sambilan. alah.

Billy, ah sesepuh *sembah* ..masa kuliah lo gimana emang? penuh polemik dan lika liku kehidupan? ;D
Billy Koesoemadinata
March 23, 2009   09:35 AM PDT
 
kekekekekek...

jadi keingetan waktu masih jadi mahasiswa dulu.. :P
Purisuka
March 22, 2009   08:14 AM PDT
 
itu dosen bahasa Inggrisnya beneran gitu?? hihi gak kebayang deh ada dosen kayak gitu XDDD

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments