|
The cure of today: Hide and Seek – Imogen Heap
Setelah
18 tahun 8 bulan lamanya, Saya berencana untuk mengkonversikan kepercayaan saya. Keputusan ini tidak dibuat semudah menghitung bulu kaki atau mengupas kulit duren dengan tusuk gigi. Banyak pertimbangan yang membuat otak kebas, seriously. Terlebih, pada dasarnya gw amat sensitif dengan masalah prinsipil dan menolak mentah-mentah dogmatisme. Bagi gw agama atau kepercayaan adalah hal yang sangat subjektif karena pokok utama yang diinterpretasikan adalah sesuatu yang tidak sepenuhnya valid. Karena alasan ini untuk beberapa tahun lamanya gw diam-diam lebih memilih tidak berurusan dengan agama apa pun secara spesifik, meski secara spiritual tetap percaya akan adanya Tuhan. Berada dalam status Universalis juga bukan hal yang mudah karena gw benar-benar meraba dan menentukan sendiri apa aja yang akan djadikan sebagai tonggak ukur. Melelahkan, harus gw akui. Seperti yang udah gw tulis di atas, pada akhirnya gw merencanakan untuk melakukan konversi kepercayaan yang akan terlebihdahulu dimulai dengan mematangkan pemahaman akan agama tersebut. Bukan berarti gw mengeradikasi prinsip postmo yang selama ini gw sanjung. Sejujurnya, justru kepercayaan yang gw pilih ini, yaitu Buddhism, adalah paham yang sejauh ini paling merepresentasikan pandangan gw akan kehidupan. Gw hanya mengharapkan sebuah pengertian, tanpa menuding-nuding bahwa gw telah menjadi korban Proselytism dan sebagainya. Gw hanya berusaha untuk tidak munafik, menentukan sendiri apa yang sekiranya terbaik buat gw. Prosesnya pun akan masih sangat panjang dan gw akan berusaha untuk menjalaninya. Thankyou :)
p to the s: buat yang memiliki jalan pikir yang sama, saya pastikan bahwa jaminan kebebasan memilih kepercayaan ada di sini. Baca juga ini.:) |
| nanien May 2, 2009 08:07 PM PDT ganbatte helda, gw berharap lo bisa memutuskan yang terbaik -apapun itu- uda diatas 18 taun lah... bukan anak SD lagi yang bikin temennya latah ampe buka baju ;) | ||
| Lvcia May 1, 2009 08:24 PM PDT Apa yang kita percaya, sebenarnya tidak ada ... | ||
| Name April 3, 2009 07:51 PM PDT Escobar, tapi tetep aja ya, SAYA GA MAU JADI VEGETARIAN!!! huahahahaha Melivero, niat saya lebih ke gendengisme, ses :D Titiw, iya. makasih ya ;) saya pernah liat 1 paket komik Buddha di deretan rak buku Zen di Gramedia dan harganya mahal. Saya jadi urung beli ;( bagus kah ceritanya? | ||
| titiw March 31, 2009 09:41 PM PDT OMG yuuki!! (eh sebenernya nama kamu tuh yuuki apa helda sih? bingung nih tante..) are you? for sure? well selamat ya. Moga2 pilihan yang kamu pilih dijalankan dengan baik.. :) AMEN Anyway aku punya komik Buddha karangan tesamu ozuka lengkap lho.. *bangga* trus pas ke semarang foto di bawah patung bodhi, hyehehe.. | ||
| melivero March 29, 2009 10:14 PM PDT wow, sama dong. Saya juga berhenti memiliki agama. um..um...mau ikut nyembah gendang? gendang-isme. Cuma tawaran. Heheh | ||
| escobar March 29, 2009 05:47 PM PDT sabar ya dek helda, tiap orang berhak memilih agama yg diyakininya... saya sendiri seorang muslim tapi saya berpikiran terbuka, biarlah tiap orang memilih keyakinannya masing2 karena itu sudah menjadi hak tiap orang yang penting pindahnya jgn setengah2 hehehehe | ||
| unee March 28, 2009 01:30 PM PDT YAYY !!! GO HELDA !!! Yeah...saya juga masih harus melalui proses. Converting isn't as easy as it looks or sound eh ? | ||
| Leave a Comment: |